BeritaNasional

Seskab dan Menaker Bahas Perkembangan Program Magang Nasional 2025–2026

305
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Giztech.id – Teddy Indra Wijaya menerima Yassierli dalam pertemuan di Kantor Sekretariat Kabinet pada Sabtu (25/4/2026). Agenda utama pembahasan mencakup evaluasi serta arah kebijakan di sektor ketenagakerjaan, khususnya terkait Program Magang Nasional periode 2025–2026.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata bagi lulusan, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia industri.

Program Magang Jadi Daya Tarik Lulusan

Fasilitas dan Insentif Peserta

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa program magang menawarkan sejumlah keuntungan bagi peserta. Selain mendapatkan pengalaman langsung di tempat kerja, peserta juga dibimbing oleh mentor profesional serta memperoleh insentif bulanan sesuai standar upah minimum dari pemerintah pusat.

Skema ini dinilai mampu menarik minat lulusan perguruan tinggi untuk ikut serta dan memperkuat kompetensi mereka sebelum terjun ke dunia kerja.

Penguatan Pelatihan Vokasi

Fokus pada Lulusan SMK

Selain program magang, pembahasan juga mencakup rencana pengembangan pelatihan vokasi, terutama bagi lulusan SMK. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia juga terus menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, termasuk buruh, pekerja alih daya, hingga pekerja rumah tangga.

Capaian Program Magang Batch I

Sebagian Peserta Langsung Direkrut

Dalam kesempatan terpisah, Yassierli mengungkap bahwa Program Magang Nasional tahap pertama menunjukkan hasil positif. Sejumlah peserta bahkan langsung mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Berdasarkan data sementara, sekitar 20–30 persen peserta telah direkrut oleh sektor swasta, menandakan tingginya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki pengalaman praktis.

Tantangan dan Proses Rekrutmen ASN

Untuk penyerapan di instansi pemerintah, Yassierli menegaskan bahwa prosesnya tetap harus melalui mekanisme resmi rekrutmen aparatur sipil negara (ASN). Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait jumlah pasti peserta yang telah berhasil direkrut.

Program ini diharapkan terus berkembang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Exit mobile version