Giztech.id – Upaya evakuasi korban kecelakaan antara kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus dilakukan. Tim penyelamat melakukan pemotongan bagian gerbong yang rusak parah untuk menjangkau penumpang yang masih terjebak di dalam.
Langkah ini diambil karena struktur kereta saling menghimpit setelah tabrakan, sehingga menyulitkan proses penyelamatan tanpa alat khusus.
Puluhan Korban Telah Dievakuasi
29 Penumpang Berhasil Diselamatkan
Hingga saat ini, sekitar 29 orang telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Beberapa fasilitas kesehatan yang menerima korban di antaranya RS Primaya, RSUD Bekasi Kota, serta RS Bantargebang.
Fokus pada Penyelamatan Korban
Pihak kepolisian menegaskan bahwa prioritas utama adalah menyelamatkan seluruh penumpang yang terdampak. Selain itu, pengamanan lokasi kejadian juga dilakukan guna mendukung kelancaran proses evakuasi.
Kronologi dan Dampak Kecelakaan
Gerbong KRL Hancur di Bagian Belakang
Insiden ini melibatkan KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya. Benturan keras menyebabkan bagian belakang KRL, termasuk gerbong wanita, mengalami kerusakan berat.
Banyak Penumpang Mengalami Luka
Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka, bahkan ada yang dalam kondisi tidak sadar saat dievakuasi. Petugas dan warga sekitar turut membantu proses penyelamatan di lokasi.
Kesaksian Penumpang Selamat
Evakuasi Dilakukan Secara Cepat
Salah satu penumpang selamat, Heri, mengungkapkan bahwa kondisi di dalam kereta sangat parah setelah tabrakan terjadi. Ia menyebut seluruh penumpang langsung dievakuasi oleh petugas sesaat setelah kejadian.
Penanganan Masih Berlanjut
Proses Evakuasi Terus Dikebut
Hingga malam hari, petugas gabungan masih bekerja di lokasi untuk mengevakuasi korban yang tersisa. Jumlah korban masih dapat berubah seiring berjalannya proses penyelamatan.
Upaya Pemulihan dan Investigasi
Selain evakuasi, pihak berwenang juga mulai melakukan penanganan lanjutan serta penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Keselamatan penumpang menjadi perhatian utama dalam setiap langkah penanganan.
