Giztech.id – Salah satu relawan warga negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), Herman Budianto, mengungkap kondisi terbaru rombongan kapal yang masih bertahan berlayar menuju Gaza, Palestina. Setelah upaya pencegatan oleh tentara Israel, kapal-kapal relawan kini bergerak terpencar untuk menghindari penangkapan.
Menurut Herman, suasana di laut masih penuh ketegangan karena pengawasan dari pihak Israel terus berlangsung.
Kapal Relawan GSF Menyebar untuk Hindari Penangkapan
Herman menjelaskan kapal-kapal yang berhasil lolos dari upaya intersep kini sengaja menjaga jarak satu sama lain. Strategi tersebut dilakukan agar rombongan tidak mudah dilacak dalam satu titik.
Ia menyebut saat ini masih ada sekitar 10 kapal yang terus melanjutkan perjalanan menuju Gaza.
Komunikasi Antar Kapal Tetap Berjalan
Meski berada berjauhan di laut, para relawan tetap menjaga komunikasi melalui radio antar kapal. Cara ini dilakukan untuk memastikan koordinasi tetap berjalan selama pelayaran.
Herman juga mengatakan sejumlah drone masih terlihat memantau pergerakan armada kemanusiaan tersebut di kawasan Laut Mediterania.
Relawan Sebut Situasi di Laut Sangat Tegang
Menurut Herman, kondisi selama pelayaran masih cukup mencekam karena ancaman pengejaran dari tentara Israel belum berhenti.
Namun ia mengaku bersyukur karena nakhoda kapal yang ditumpanginya mampu melakukan manuver penghindaran untuk mengelabui pengejaran.
Kapal Lakukan Penghilangan Jejak Data
Dalam upaya menghindari pelacakan, kapal yang membawa Herman dan relawan lainnya disebut sempat melakukan penghilangan jejak data pelayaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkecil kemungkinan posisi kapal terdeteksi oleh pihak yang melakukan pengejaran.
Upaya Diplomasi Dilakukan untuk Bebaskan WNI yang Ditahan
Herman mengungkapkan setelah sejumlah WNI ditangkap tentara Israel, koordinasi langsung dilakukan dengan pihak kedutaan dan tim pusat misi kemanusiaan.
Negosiasi disebut terus diupayakan guna membantu proses pembebasan relawan yang diamankan dalam operasi tersebut.
Empat WNI Masih Melanjutkan Pelayaran ke Gaza
Sebelumnya, empat WNI dilaporkan berhasil lolos dari upaya penangkapan dan masih berada di dua kapal berbeda.
Herman dan Ronggo diketahui berada di kapal Zephyro, sementara dua relawan lain, As’ad dan Hendro, berada di kapal Kastri Sadabad.
Mereka disebut tetap melanjutkan perjalanan menuju Gaza sebagai bagian dari misi solidaritas internasional untuk Palestina.
Global Sumud Flotilla Jadi Sorotan Internasional
Global Sumud Flotilla 2026 merupakan konvoi kemanusiaan internasional yang membawa bantuan dan dukungan moral bagi warga Gaza.
Insiden pengejaran dan penangkapan sejumlah peserta oleh tentara Israel membuat misi tersebut menjadi perhatian dunia internasional, termasuk di Indonesia.
