Giztech.id – Peristiwa dua asisten rumah tangga (ART) yang nekat melompat dari lantai empat sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, kini dalam penanganan serius aparat kepolisian. Kasus ini ditangani bersama oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa penyidik masih mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan untuk mengungkap kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut.
Satu Korban Meninggal, Satu Luka Berat
Korban Berusia 15 Tahun
Dalam insiden ini, satu korban berinisial R dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui masih berusia 15 tahun. Sementara itu, korban lainnya berinisial D selamat namun mengalami cedera serius berupa patah tulang pada bagian tangan.
Aksi Lompat dari Lantai Empat
Keduanya diduga melompat secara bersamaan dari lantai empat bangunan kos. Peristiwa tragis tersebut menjadi perhatian karena melibatkan pekerja rumah tangga dengan usia yang masih sangat muda.
Dugaan Motif Masih Didalami
Diduga Tidak Betah di Tempat Kerja
Berdasarkan keterangan awal, muncul dugaan bahwa kedua ART tersebut mencoba melarikan diri karena merasa tidak nyaman bekerja di tempat majikan. Informasi ini diperoleh dari korban selamat serta pekerja lain di lokasi.
Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih bersifat sementara dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut.
Isu Sikap Majikan Ikut Diselidiki
Ada pula informasi yang menyebutkan bahwa korban merasa tertekan karena sikap majikan yang dianggap keras. Meski begitu, polisi belum dapat memastikan apakah yang dimaksud berupa perlakuan verbal atau tindakan lain.
Proses Penyelidikan Masih Berjalan
Fokus pada Fakta dan Bukti
Saat ini, aparat masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengumpulkan bukti tambahan. Langkah ini penting untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan akan mengungkap kejadian ini secara menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan akhir.
