Giztech.id – Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat penerapan konsep industri hijau sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026, pemerintah ingin mendorong semakin banyak pelaku industri dan pemerintah daerah menerapkan praktik usaha yang ramah lingkungan.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri Jawa Tengah di tengah tuntutan pasar global yang semakin mengutamakan aspek keberlanjutan.
Industri Hijau Dinilai Menjadi Kebutuhan Masa Depan
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa penerapan industri hijau kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan oleh seluruh sektor industri.
Menurutnya, banyak negara mulai menerapkan standar lingkungan yang lebih ketat terhadap produk impor. Oleh sebab itu, industri yang masih mengandalkan proses produksi dengan emisi tinggi berpotensi menghadapi hambatan dalam perdagangan internasional.
Melalui Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026, pemerintah memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kawasan industri, serta perusahaan yang menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan prinsip-prinsip industri berkelanjutan.
Penggunaan Energi Hijau Jadi Salah Satu Indikator Penilaian
Dalam proses penilaian, sejumlah aspek menjadi perhatian utama, termasuk pengendalian emisi udara, efisiensi penggunaan energi, serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
Pemerintah berharap indikator tersebut mampu mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi dalam menciptakan proses produksi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Puluhan Peserta Ikuti Seleksi Penghargaan Industri Hijau
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, menjelaskan bahwa sebanyak 70 peserta mengikuti tahap seleksi administrasi.
Peserta berasal dari berbagai kategori, mulai dari pemerintah daerah, kawasan industri, industri besar dan menengah, hingga industri kecil.
Setelah proses administrasi selesai, sebanyak 47 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan melanjutkan ke tahap penilaian pertama.
Sebanyak 18 Peserta Lolos ke Tahap Kedua
Dari hasil evaluasi tahap pertama, sebanyak 18 peserta berhasil melaju ke penilaian tahap kedua.
Kategori pemerintah daerah diwakili oleh Kabupaten Grobogan, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Demak, Kota Surakarta, dan Kabupaten Magelang.
Sementara kategori kawasan industri terdiri atas Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Kawasan Industri Kendal, serta Kawasan Industri Terpadu Batang.
Adapun kategori industri besar dan menengah diikuti oleh PT Sango Keramik Indonesia, PT Selalu Cinta Indonesia, PT Semen Grobogan, PT Semen Gresik, dan PT Papro Tbk.
Sedangkan kategori industri kecil diwakili oleh PT Ozi Batik, CV Gemilang Kencana, PT Pradi Praja Agra Indolan, Krafti Safi, dan CV Batik Gemilang Lawang.
Penilaian Akhir Akan Menentukan Juara Setiap Kategori
Pada tahap kedua, tim penilai akan memilih tiga nominasi terbaik di setiap kategori sebelum menentukan pemenang utama.
Proses penilaian akhir akan melibatkan Sekretaris Daerah Jawa Tengah guna memastikan objektivitas dan transparansi dalam penentuan penerima penghargaan.
Diharapkan Muncul Lebih Banyak Pelopor Industri Ramah Lingkungan
Melalui Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026, pemerintah berharap semakin banyak pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku usaha yang terdorong menerapkan prinsip keberlanjutan.
Transformasi menuju industri hijau dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia sekaligus mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.
