BeritaNasional

Mendagri Tito Karnavian Dorong Pelestarian Tenun NTT, Ingatkan Jangan Sampai Diklaim Negara Lain

3
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Giztech.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Exotic Tenun: Parade Tenun dan Fashion Show yang digelar di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Saat menghadiri acara di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua pada Jumat malam (26/6/2026), Tito menyampaikan bahwa festival tenun bukan sekadar ajang pameran karya, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Tenun NTT Harus Dijaga agar Tidak Diklaim Negara Lain

Warisan Budaya Memiliki Nilai Seni Tinggi

Dalam sambutannya, Tito mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan tenun khas NTT sebagai salah satu warisan budaya bangsa. Ia menilai kemampuan masyarakat Belu dalam menghasilkan kain tenun bernilai seni tinggi merupakan kekayaan yang tidak dimiliki semua daerah.

Karena itu, ia berharap berbagai kegiatan promosi budaya terus dilakukan agar tenun Indonesia semakin dikenal sekaligus terhindar dari potensi klaim oleh pihak asing.

Festival budaya seperti parade tenun dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan leluhur.

Festival Tenun Dinilai Mampu Mendorong Ekonomi Kreatif

UMKM dan Desainer Lokal Mendapat Ruang Berkembang

Selain menjaga budaya, Mendagri menilai kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi para pelaku ekonomi kreatif. Desainer lokal memperoleh wadah untuk menampilkan hasil karyanya, sementara pelaku UMKM dapat memasarkan berbagai produk tenun dan kerajinan kepada pengunjung.

Aktivitas ekonomi yang tercipta selama penyelenggaraan festival diyakini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, mulai dari peningkatan penjualan produk hingga perputaran ekonomi di sektor jasa.

Di sisi lain, acara tersebut juga menghadirkan hiburan bagi masyarakat melalui pertunjukan musik, fashion show, dan berbagai atraksi budaya yang melibatkan banyak peserta.

Generasi Muda Tampil Percaya Diri Kenakan Busana Tenun

Ajang Bangun Kreativitas dan Kebanggaan terhadap Budaya Lokal

Parade busana berbahan tenun ikat diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang, mulai dari siswa sekolah dasar, sekolah menengah, hingga kategori umum. Tito mengaku terkesan melihat antusiasme serta rasa percaya diri para peserta saat memperagakan busana karya desainer lokal.

Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu menumbuhkan kreativitas, keberanian, serta kebanggaan generasi muda terhadap produk budaya daerah sendiri.

Keikutsertaan para pelajar juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga maupun sekolah karena mereka turut berperan dalam melestarikan budaya melalui cara yang kreatif dan modern.

Wisata Budaya Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Daerah

Festival Diharapkan Menarik Wisatawan Mancanegara

Mendagri berharap penyelenggaraan festival tenun terus dikembangkan dengan skala yang lebih besar serta dipromosikan hingga ke tingkat internasional. Menurutnya, wisata budaya memiliki peluang besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Belu.

Bertambahnya wisatawan diyakini akan memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor, seperti hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di daerah.

Usai menghadiri acara, Tito bersama rombongan mengunjungi sejumlah stan pameran yang menampilkan produk tenun dan hasil karya UMKM masyarakat Belu.

Festival tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, serta sejumlah perwakilan dari Timor-Leste dan Australia sebagai bentuk dukungan terhadap promosi budaya Indonesia di kawasan perbatasan.

Exit mobile version