BeritaNasional

Pemkot Bekasi Benahi Perlintasan Kereta Ilegal, Prioritaskan Keselamatan Warga

310
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com

Giztech.id – Pemerintah Kota Bekasi mulai mengambil langkah serius untuk menata perlintasan kereta api, khususnya jalur sebidang yang tidak memiliki izin resmi. Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara bertahap guna meningkatkan keselamatan masyarakat.

Menurutnya, perlintasan ilegal menjadi salah satu titik rawan yang memerlukan penanganan terukur agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

Sistem Peringatan Suara Akan Dipasang

Alarm dari Jarak 500 Meter

Sebagai langkah awal, Pemkot Bekasi akan menghadirkan sistem peringatan berbasis suara di sejumlah titik perlintasan. Sistem ini dirancang untuk memberikan tanda bahaya sejak kereta masih berada sekitar 500 meter dari lokasi.

Alarm tersebut akan tersambung dengan pengeras suara (toa) sehingga masyarakat di sekitar perlintasan dapat segera waspada sebelum kereta melintas.

Solusi Sementara Sambil Tunggu Infrastruktur Permanen

Tri menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan solusi jangka pendek sembari menunggu pembangunan fasilitas permanen seperti flyover selesai direalisasikan.

Rencana Pemasangan Sensor Otomatis

Deteksi Dini Kedatangan Kereta

Selain alarm suara, pemerintah juga merancang penggunaan sensor otomatis yang mampu mendeteksi pergerakan kereta. Sistem ini akan memberikan notifikasi lebih cepat kepada warga, mirip dengan sistem peringatan dini banjir yang telah diterapkan di beberapa wilayah.

Dengan teknologi tersebut, diharapkan masyarakat memiliki waktu lebih untuk menghindari potensi bahaya di perlintasan.

Penegasan Pengelolaan oleh Pemerintah

Tri menegaskan bahwa pengelolaan perlintasan akan berada sepenuhnya di bawah kendali pemerintah daerah. Hal ini sekaligus menepis isu adanya pihak tertentu yang selama ini menguasai pengelolaan jalur tersebut.

Pemasangan Pembatas dan Rencana Flyover

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Perhubungan akan segera memasang pembatas di titik-titik yang belum memiliki palang resmi. Kebijakan ini menjadi upaya sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Ke depan, pembangunan infrastruktur seperti Flyover Bulak Kapal diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi perlintasan sebidang yang berbahaya.

Exit mobile version