Giztech.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan dua arah kebijakan utama pemerintah dalam memperkuat kawasan transmigrasi, yakni revitalisasi wilayah yang sudah ada serta transformasi menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Hal tersebut disampaikan AHY dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Transmigrasi 2026 yang digelar di Kantor Kemenko IPK, Jakarta.
Menurut AHY, revitalisasi menjadi langkah prioritas agar kawasan transmigrasi tidak mengalami penurunan kualitas maupun produktivitas. Ia menilai, perbaikan infrastruktur dasar merupakan fondasi utama dalam proses tersebut.
Infrastruktur Jadi Kunci Keberhasilan Kawasan Transmigrasi
Bukan Hanya Jalan, Tapi Listrik hingga Air Pertanian
AHY menekankan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan kawasan transmigrasi. Infrastruktur yang dimaksud tidak terbatas pada akses jalan dan perumahan, tetapi juga mencakup ketersediaan listrik, jaringan komunikasi, serta sumber air.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan setiap kawasan memiliki dukungan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk irigasi lahan pertanian dan perkebunan.
Dengan infrastruktur yang memadai, kawasan transmigrasi diharapkan mampu berkembang secara mandiri dan produktif.
Transformasi Jadi Agenda Jangka Panjang
Libatkan Industri, Investor, dan Teknologi
Selain revitalisasi, AHY menyebut transformasi sebagai agenda besar berikutnya yang berorientasi pada masa depan. Transformasi ini tidak hanya bertujuan mengoptimalkan potensi yang ada, tetapi juga meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui keterlibatan dunia industri, investor, serta pemanfaatan teknologi.
Ia menilai penting adanya off-taker atau pihak penyerap hasil produksi agar aktivitas ekonomi di kawasan transmigrasi dapat berjalan berkelanjutan.
Menteri Transmigrasi Tetapkan Revitalisasi dan Transformasi sebagai Pilar 2026
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa kebijakan transmigrasi tahun 2026 juga bertumpu pada dua pilar yang sama: penguatan infrastruktur dasar dan penciptaan pertumbuhan ekonomi.
Sebagai program unggulan, pemerintah akan mengirim sekitar 1.000 SDM berkualitas melalui skema Beasiswa S2 Patriot. Para penerima beasiswa ini diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Iftitah menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut bukan sekadar pendidikan, melainkan dampak ekonomi nyata bagi daerah tujuan.
Tiga Kawasan Jadi Fokus Pengembangan Nasional
Barelang, Kalukku, dan Salor Diproyeksikan Jadi Motor Ekonomi Baru
Pengembangan transmigrasi 2026 difokuskan pada tiga wilayah utama di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.
Kawasan Barelang di Kota Batam dipilih karena potensi industri maritim dan pariwisata, sekaligus posisinya yang strategis berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
Lokus kedua berada di Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang memiliki peluang besar di sektor mineral, pertanian, dan perkebunan ekspor. Wilayah ini juga menyimpan potensi logam tanah jarang yang diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal.
Sementara itu, kawasan Salor di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, diproyeksikan menjadi sentra pangan dan protein nasional berbasis pertanian, peternakan, perikanan, serta perkebunan.
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Merata hingga Papua
Iftitah menegaskan bahwa pengembangan Merauke akan menjadi pintu masuk perluasan program transmigrasi ke seluruh Papua. Pemerintah menargetkan terjadinya lonjakan aktivitas ekonomi di setiap provinsi, kabupaten, hingga desa di wilayah tersebut.
Dengan strategi revitalisasi dan transformasi yang berjalan beriringan, pemerintah berharap kawasan transmigrasi mampu menjadi pusat pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan.
