Giztech.id – Insiden penarikan sepeda motor oleh debt collector terjadi di kawasan Jalan Raya Sentosa, Depok, tepatnya di dekat Sekolah Yaspen Tugu Ibu. Peristiwa ini melibatkan seorang ibu yang kendaraannya dihentikan secara tiba-tiba oleh sekelompok penagih utang di jalan.
Menurut keterangan saksi di lokasi, kelompok tersebut diduga telah mengincar kendaraan korban sebelumnya dan langsung menghentikan laju motor tanpa banyak penjelasan.
Warga dan Pengguna Jalan Tersulut Emosi
Tindakan penarikan yang dianggap kasar memicu reaksi dari warga sekitar dan pengguna jalan yang menyaksikan kejadian tersebut.
Berujung Aksi Kekerasan
Keributan pun tidak terhindarkan ketika beberapa orang yang berada di lokasi merasa keberatan dengan cara debt collector memperlakukan korban. Salah satu pengemudi ojek online dilaporkan melayangkan pukulan kepada salah satu penagih utang hingga mengalami luka.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya warga berinisiatif melerai agar konflik tidak semakin meluas.
Polisi Turun Tangan Amankan Situasi
Aparat dari Polsek Sukmajaya bersama tim dari Polres Metro Depok segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan melalui layanan darurat.
Kedua Pihak Dibawa ke Kantor Polisi
Petugas kemudian mengamankan pihak debt collector dan pemilik kendaraan untuk dibawa ke kantor polisi guna dilakukan mediasi dan penyelesaian masalah.
Penyebab Penarikan Motor Terungkap
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, penarikan kendaraan dilakukan karena adanya tunggakan cicilan selama tiga bulan.
Penolakan Picu Keributan
Pemilik motor menolak kendaraannya diambil, sehingga memicu perdebatan yang berujung pada keributan antara debt collector dengan warga sekitar.
Mediasi Berakhir Damai
Proses penyelesaian akhirnya dilakukan secara kekeluargaan di kantor polisi.
Kesepakatan Tertulis
Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah dengan membuat pernyataan resmi. Sementara itu, urusan tunggakan pembayaran akan dilanjutkan di kantor leasing kendaraan yang berlokasi di wilayah Pancoran Mas.
Imbauan untuk Penanganan Lebih Humanis
Peristiwa ini menjadi perhatian publik terkait cara penagihan utang di lapangan. Pendekatan yang lebih humanis dan sesuai aturan diharapkan dapat mencegah konflik serupa terjadi di masa mendatang.
