Giztech.id – Insiden tragis yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, menewaskan 16 orang dan memicu perhatian serius dari berbagai pihak. Kecelakaan yang terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera ini dinilai sebagai peringatan keras terkait lemahnya aspek keselamatan transportasi darat.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan yang ada.
Desakan Audit Menyeluruh dari DPR
Libatkan Kemenhub dan KNKT
Syaiful Huda meminta Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi segera melakukan audit komprehensif. Pemeriksaan tidak hanya terbatas pada kronologi kecelakaan, tetapi juga mencakup standar operasional kendaraan penumpang dan pengangkut bahan berbahaya.
Menurutnya, kecelakaan yang berujung kebakaran hebat ini menunjukkan adanya potensi kelalaian dalam penerapan standar keselamatan.
Soroti Faktor Kelelahan Sopir
Huda juga menyoroti aspek kelelahan pengemudi sebagai salah satu faktor yang kerap memicu kecelakaan di jalur jarak jauh. Ia mendorong adanya sistem pengawasan jam kerja sopir secara ketat, terutama untuk rute panjang seperti yang dijalankan bus ALS.
Penggunaan teknologi untuk memantau waktu kerja dan istirahat dinilai penting guna mencegah pengemudi kehilangan konsentrasi di jalan.
Evaluasi Angkutan BBM dan Infrastruktur Jalan
Risiko Tinggi Kendaraan Pengangkut BBM
Keterlibatan truk tangki bahan bakar dalam kecelakaan ini memperbesar dampak yang ditimbulkan. Oleh karena itu, DPR meminta adanya pengaturan ulang terkait jam operasional dan pengawalan khusus bagi kendaraan pengangkut bahan mudah terbakar.
Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko fatal jika terjadi tabrakan di jalan raya.
Perbaikan Fasilitas Jalan
Selain faktor kendaraan, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian. Pemerintah diminta mengevaluasi kelayakan jalan, termasuk marka, penerangan, serta rambu lalu lintas di titik rawan kecelakaan.
Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan di jalur padat seperti Jalinsum.
Kronologi Singkat Kecelakaan
Tabrakan Berujung Kebakaran
Berdasarkan laporan awal, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB. Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju wilayah utara mengalami percikan api di bagian kendaraan.
Pengemudi berupaya mengarahkan bus ke sisi kanan jalan untuk menghindari bahaya lebih besar. Namun, dari arah berlawanan datang truk tangki dengan kecepatan tinggi, sehingga tabrakan keras tidak terhindarkan dan memicu kebakaran hebat.
Korban dan Penanganan
Sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Santunan dan Tindak Lanjut
DPR juga meminta Jasa Raharja untuk segera menyalurkan santunan kepada keluarga korban serta menjamin biaya perawatan bagi korban luka tanpa hambatan administrasi.
Komisi V DPR berencana memanggil pihak terkait guna memastikan investigasi berjalan transparan dan menghasilkan rekomendasi konkret untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
