Giztech.id – Kecelakaan laut melibatkan dua kapal militer Amerika Serikat terjadi di perairan Laut Karibia. Peristiwa tersebut berlangsung saat kedua kapal sedang melakukan pengisian bahan bakar di laut terbuka, yang berujung pada jatuhnya seorang prajurit marinir AS ke laut dan dinyatakan meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Kopral Chukwuemeka Oforah, berusia 21 tahun. Ia dilaporkan terjatuh dari kapal USS Iwo Jima pada Sabtu, 7 Februari 2026, setelah tabrakan antarkapal terjadi.
Marinir AS Dinyatakan Tewas Usai Pencarian Intensif
Operasi Pencarian Berlangsung Selama Tiga Hari
Korps Marinir Amerika Serikat menyampaikan bahwa korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan secara besar-besaran selama 72 jam tanpa henti.
Pernyataan resmi tersebut dirilis pada Jumat, 13 Februari 2026, dan dikutip dari kantor berita internasional AFP. Hingga operasi SAR dihentikan, korban tidak berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Dua Prajurit Lain Mengalami Luka Ringan
Kondisi Personel dan Kapal Dilaporkan Stabil
Selain satu korban tewas, insiden tabrakan tersebut juga menyebabkan dua prajurit AS mengalami cedera. Namun, pihak militer menyatakan keduanya hanya mengalami luka ringan dan saat ini berada dalam kondisi stabil.
Komando Selatan Amerika Serikat (SOUTHCOM) menegaskan bahwa kedua kapal yang terlibat dalam kecelakaan masih dapat melanjutkan pelayaran dengan aman. Penyelidikan internal sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan tersebut.
USS Truxton dan USNS Supply Terlibat Tabrakan
Dua kapal yang dilaporkan bertabrakan adalah USS Truxton dan USNS Supply. Insiden terjadi ketika keduanya tengah menjalankan prosedur pengisian bahan bakar di laut, sebuah operasi yang membutuhkan koordinasi tinggi dan kondisi laut yang aman.
Aktivitas Militer AS di Laut Karibia Meningkat
Operasi Narkotika hingga Penindakan Kapal Minyak
Amerika Serikat diketahui tengah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Laut Karibia. Operasi tersebut mencakup patroli maritim, pencegahan penyelundupan narkoba, penyitaan kapal tanker minyak, serta sejumlah misi keamanan strategis lainnya.
Wilayah tersebut juga menjadi sorotan internasional menyusul operasi keamanan AS yang berkaitan dengan situasi politik di Venezuela, termasuk langkah-langkah penegakan hukum terhadap tokoh-tokoh penting negara tersebut.
