Giztech.id – Ghislaine Maxwell, mantan pasangan sekaligus rekan dekat pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein, memilih tidak memberikan keterangan saat dimintai kesaksian oleh anggota parlemen Amerika Serikat. Sesi tersebut digelar melalui sambungan video dari penjara tempat Maxwell menjalani hukumannya.
Maxwell Gunakan Hak Konstitusional untuk Diam
Sidang tanya jawab itu berlangsung pada Senin (9/2) waktu setempat dan diprakarsai oleh Komite Pengawasan DPR AS yang saat ini berada di bawah kendali Partai Republik. Komite tersebut tengah mendalami jaringan Epstein serta penanganan informasi terkait kejahatan seksual yang melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh.
Namun, Maxwell menolak menjawab seluruh pertanyaan dengan merujuk pada Amandemen Kelima Konstitusi Amerika Serikat, yang memberikan hak kepada individu untuk tidak memberikan keterangan yang berpotensi memberatkan dirinya sendiri.
Maxwell saat ini menjalani hukuman 20 tahun penjara atas kasus perdagangan anak perempuan untuk kepentingan Epstein.
Kesaksian Dikaitkan dengan Permohonan Pengampunan
Pengacara: Maxwell Siap Bicara Jika Diberi Pengampunan
Pengacara Maxwell, David Markus, menyatakan bahwa kliennya bersedia memberikan penjelasan secara terbuka apabila mendapatkan pengampunan dari Presiden AS, Donald Trump.
“Nona Maxwell siap berbicara secara penuh dan jujur jika Presiden memberikan pengampunan,” ujar Markus dalam pernyataan tertulisnya.
Menurut Markus, Maxwell merupakan sosok kunci yang mampu menjelaskan secara menyeluruh tindakan Epstein dan relasinya dengan berbagai pihak berpengaruh.
“Tidak semua orang akan nyaman dengan kebenaran yang terungkap, tetapi publik berhak mengetahuinya,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa tokoh-tokoh seperti Donald Trump dan Bill Clinton tidak melakukan pelanggaran apa pun, dan hanya Maxwell yang dapat menjelaskan konteks tersebut.
Dokumen Epstein Kembali Jadi Sorotan
Jutaan Halaman Arsip Dirilis Departemen Kehakiman AS
Departemen Kehakiman Amerika Serikat sebelumnya merilis jutaan halaman dokumen terkait penyelidikan Epstein. Berdasarkan peninjauan New York Times, nama Donald Trump disebut lebih dari 38.000 kali dalam sekitar 5.300 berkas dokumen tersebut.
Rilis dokumen ini kembali memicu desakan publik agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Kritik dari Demokrat dan Sikap Komite DPR AS
Tuduhan Manuver Politik
Partai Demokrat menuding Maxwell menggunakan kesaksiannya sebagai alat tawar-menawar untuk memperoleh pengampunan presiden. Sementara itu, Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, menyatakan keraguannya terhadap kelayakan Maxwell menerima pengampunan.
“Hari ini seharusnya dia menjawab pertanyaan penting yang ingin diketahui publik. Namun dia memilih menggunakan hak Amandemen Kelima,” ujar Comer kepada wartawan.
Agenda Kesaksian Lanjutan Kasus Epstein
Sejumlah Tokoh Dijadwalkan Hadir
Selain Maxwell, Komite Pengawasan DPR AS telah menjadwalkan lima kesaksian lanjutan dalam rangka penyelidikan dokumen Epstein, di antaranya:
-
Les Wexner, miliarder dan pendiri Victoria’s Secret (18 Februari)
-
Bill Clinton, mantan Presiden AS (26 Februari)
-
Hillary Clinton, mantan Menteri Luar Negeri AS (27 Februari)
-
Akuntan Epstein (11 Maret)
-
Pengacara Epstein (19 Maret)
Penyelidikan ini diharapkan dapat membuka tabir jaringan Epstein dan menjawab pertanyaan publik mengenai keterlibatan tokoh-tokoh berpengaruh di balik kasus tersebut.
