BeritaInternasional

AS Keluar dari WHO, Pakar Sebut Indonesia Justru Punya Momentum Perkuat Kesehatan Nasional

395
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Giztech.id – Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjadi sorotan dunia internasional. Namun, pakar hubungan internasional menilai Indonesia tidak perlu merasa khawatir berlebihan. Sebaliknya, langkah AS ini bisa menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian sektor kesehatan dan kerja sama global.

Dampak Global AS Keluar dari WHO

Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menyebut hengkangnya AS dari WHO tentu membawa dampak besar terhadap tata kelola kesehatan dunia. Pasalnya, AS selama ini menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pendanaan, riset medis, serta pengembangan vaksin dan obat-obatan global.

“Amerika Serikat memiliki posisi penting dalam riset dan industri farmasi dunia. Ketika mereka keluar dari WHO, tentu akan ada efek domino terhadap program kesehatan global,” ujar Rezasyah.

Keluarnya AS juga berpotensi memengaruhi program penanggulangan penyakit menular, riset epidemiologi, hingga distribusi bantuan kesehatan ke negara berkembang. Meski demikian, dampak tersebut tidak berarti melemahkan seluruh sistem kesehatan internasional.

Indonesia Tak Perlu Kecil Hati, Ini Alasannya

Rezasyah menilai Indonesia justru berada dalam posisi yang lebih siap dibandingkan beberapa tahun lalu. Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi pelajaran besar bagi pemerintah dalam membangun sistem kesehatan nasional yang lebih mandiri dan tangguh.

“Indonesia telah membuktikan mampu membangun infrastruktur kesehatan sendiri, mulai dari rumah sakit, laboratorium, hingga kapasitas produksi alat kesehatan dan vaksin. Jadi, tidak ada alasan untuk berkecil hati,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah Indonesia kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bertahan dan berkembang, meski terjadi perubahan besar dalam tatanan kesehatan global.

Momentum Perkuat Kerja Sama Regional dan Global

Rezasyah menekankan bahwa keluarnya AS dari WHO seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama kesehatan di tingkat regional maupun global. Indonesia dapat mengambil peran lebih besar di ASEAN, Gerakan Non-Blok (GNB), serta kerja sama Selatan-Selatan.

Peran Presiden Prabowo Dinilai Krusial

Ia juga menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki peran strategis dalam mengarahkan efisiensi anggaran nasional agar lebih berpihak pada sektor kesehatan.

“Efisiensi yang dilakukan pemerintah sebaiknya diarahkan untuk memperkuat sistem kesehatan. Ini saat yang tepat untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia di tengah perubahan global,” tegasnya.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) mengonfirmasi bahwa seluruh pendanaan AS untuk WHO telah dihentikan, termasuk penarikan personel dan penghentian keterlibatan dalam struktur organisasi WHO. Langkah ini menuntaskan agenda lama Presiden Donald Trump yang kembali berkuasa pada 2025.

Meski demikian, bagi Indonesia, situasi ini justru membuka ruang baru untuk tampil sebagai negara yang lebih mandiri, kolaboratif, dan berpengaruh dalam diplomasi kesehatan dunia.

Exit mobile version