Giztech.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap NATO setelah aliansi tersebut tidak bersedia ikut serta dalam misi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Jalur laut ini merupakan salah satu rute paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global. Situasi di kawasan tersebut semakin memanas akibat meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Trump: NATO Lakukan Kesalahan Besar
Kekecewaan terhadap Sekutu
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyebut keputusan NATO sebagai langkah yang keliru. Ia menilai penolakan tersebut menjadi ujian besar bagi solidaritas aliansi militer yang telah lama menjadi mitra strategis AS.
Trump juga mengungkapkan bahwa sebagian besar negara sekutu memilih untuk tidak terlibat dalam operasi pengamanan jalur laut tersebut.
AS Siap Bertindak Sendiri
Meski kecewa, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap mampu menjalankan operasi tanpa bantuan negara lain. Ia bahkan menyatakan bahwa dukungan dari sekutu tidak lagi menjadi kebutuhan mendesak bagi Washington.
Penolakan dari Sejumlah Negara Sekutu
Sikap Prancis dan Inggris
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan negaranya tidak akan terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz dalam situasi saat ini. Namun, ia membuka kemungkinan keterlibatan jika kondisi kawasan sudah lebih stabil.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Inggris yang memilih untuk tidak memenuhi permintaan Amerika Serikat terkait pengawalan kapal di kawasan tersebut.
Negara Lain Ikut Menolak
Selain negara-negara NATO, beberapa sekutu lain seperti Jepang, Australia, dan Korea Selatan juga dilaporkan enggan terlibat dalam operasi tersebut.
Ancaman Iran di Jalur Energi Global
Target Infrastruktur dan Kapal Tanker
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran disebut melakukan ancaman terhadap kapal tanker dan fasilitas energi di negara-negara sekitar. Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas distribusi energi global.
Dampak Besar bagi Perdagangan Dunia
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia. Gangguan di wilayah ini dapat berdampak besar pada ekonomi global, termasuk harga energi.
Hubungan AS dan NATO Kembali Dipertanyakan
Kritik Lama Trump terhadap NATO
Trump telah lama mengkritik NATO, terutama terkait kontribusi anggaran pertahanan dari negara-negara anggotanya. Sejak kembali menjabat pada 2025, ia kembali mendorong sekutu untuk meningkatkan komitmen mereka.
Evaluasi Hubungan ke Depan
Trump juga mengisyaratkan kemungkinan evaluasi hubungan AS dengan NATO di masa mendatang. Meski belum ada keputusan konkret, pernyataan tersebut menunjukkan adanya ketegangan dalam hubungan transatlantik.
