Giztech.id – Pemerintah Indonesia memastikan ketersediaan beras nasional tetap terjaga meskipun situasi geopolitik global sedang memanas, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Persediaan beras dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama selama bulan Ramadan.
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa pemerintah terus menjalankan berbagai program untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional. Program ini disalurkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga 8 Maret 2026, distribusi beras SPHP tercatat telah mencapai sekitar 7,38 juta kilogram dan sebagian besar disalurkan melalui instansi pemerintah serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Cadangan Beras Pemerintah Capai Lebih dari 3,7 Juta Ton
Menurut data terbaru, stok beras nasional yang tercatat hingga 9 Maret 2026 mencapai sekitar 3,74 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 144 persen dari kebutuhan cadangan yang ditetapkan pemerintah.
Pemerintah Siapkan Ketahanan Pangan Hadapi Krisis Global
Qodari menyampaikan bahwa kebijakan ketahanan pangan yang dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto memang dirancang untuk menghadapi berbagai kemungkinan krisis di masa depan, baik akibat bencana maupun gejolak global.
Strategi ini bertujuan agar Indonesia memiliki fondasi ketahanan pangan yang kuat sehingga tetap stabil meskipun terjadi ketidakpastian di tingkat internasional.
Konflik regional seperti yang terjadi di Timur Tengah juga telah menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan pemerintah dalam menyusun kebijakan ketahanan pangan nasional.
Indonesia Capai Swasembada Beras
Pada awal Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. Pencapaian tersebut didasarkan pada data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton.
Jumlah tersebut melampaui kebutuhan konsumsi domestik yang diperkirakan sekitar 31,08 juta ton.
Produksi Beras Naik Signifikan
Produksi beras nasional mengalami peningkatan sekitar 13,36 persen dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, produksi tercatat sekitar 30,62 juta ton.
Peningkatan produksi ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia serta mengurangi ketergantungan pada impor.
Total Ketersediaan Beras Nasional Capai 27,9 Juta Ton
Memasuki Maret 2026, total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 27,9 juta ton.
Jumlah tersebut terdiri dari stok yang dikelola Perum Bulog sekitar 3,76 juta ton yang diperkirakan dapat meningkat hingga 5 juta ton dalam beberapa bulan ke depan.
Selain itu, terdapat cadangan beras yang dimiliki masyarakat sekitar 12,5 juta ton serta potensi panen padi yang sedang dalam tahap siap panen sebesar 11,73 juta ton.
Stok Diperkirakan Cukup Hingga 11 Bulan
Dengan ketersediaan tersebut, pemerintah memperkirakan pasokan beras nasional mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan ke depan, bahkan tanpa memperhitungkan tambahan hasil panen berikutnya.
Namun pemerintah menegaskan bahwa produksi padi tetap berjalan sehingga cadangan beras akan terus bertambah seiring musim panen yang berlangsung di berbagai daerah.
Indonesia Mulai Perluas Pasar Ekspor Beras
Selain menjaga kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga mulai membuka peluang ekspor beras ke pasar internasional.
Pada awal Maret 2026, Indonesia mengekspor sekitar 2.280 ton beras ke Arab Saudi dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp38 miliar.
Produksi Komoditas Pangan Lain Juga Meningkat
Keberhasilan dalam sektor pangan tidak hanya terlihat pada produksi beras. Sejumlah komoditas lain juga menunjukkan peningkatan produksi.
Pada tahun 2025, produksi jagung nasional tercatat mencapai 16,16 juta ton atau naik sekitar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, produksi gula konsumsi nasional meningkat hingga 2,68 juta ton. Sementara produksi cabai besar mencapai sekitar 1,6 juta ton dan cabai rawit mencapai 1,78 juta ton.
Pemerintah menilai peningkatan produksi berbagai komoditas pangan tersebut menjadi indikator kuat bahwa ketahanan pangan nasional terus mengalami penguatan.
