Giztech.id – Kasus tak biasa menggegerkan warga Kabupaten Serang, Banten. Polisi tengah menyelidiki dugaan pencurian jenazah yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gardu Junti, Kecamatan Jawilan. Peristiwa ini menjadi yang pertama kali terjadi di wilayah Serang dan langsung menyita perhatian aparat kepolisian.
Polisi Pastikan Kasus Pertama di Wilayah Serang
Kepolisian Resor Serang menegaskan bahwa kejadian ini merupakan kasus perdana terkait dugaan pencurian jenazah di daerah tersebut. Biasanya, laporan yang diterima hanya sebatas perusakan makam atau vandalisme terhadap makam tertentu.
“Ini kasus yang sangat jarang terjadi. Selama ini yang sering kami tangani hanya perusakan makam baru atau makam yang dianggap keramat. Tapi kali ini berbeda, jenazah sudah dimakamkan tujuh tahun lalu dan bukan tokoh tertentu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady, Kamis (22/1/2026).
Sepuluh Saksi Sudah Dimintai Keterangan
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi. Mereka terdiri dari anggota keluarga almarhum, penjaga makam, serta beberapa peziarah yang sempat datang ke lokasi sebelum kejadian terungkap.
Salah satu saksi diketahui sempat berziarah pada Jumat (16/1/2026) dan menyatakan makam almarhum Sajim masih dalam kondisi utuh. Laporan kehilangan sendiri baru diterima pihak kepolisian pada Minggu (18/1/2026).
Diduga Digali pada Malam Hari
Berdasarkan keterangan sementara, polisi memperkirakan proses penggalian makam dilakukan pada Sabtu malam (17/1/2026). Hal ini diperkuat oleh pengakuan penjaga makam yang terakhir kali berada di lokasi pada pukul 16.00 WIB.
Lokasi makam berada di bagian paling belakang TPU, berdekatan dengan area persawahan, sehingga relatif sepi dan minim pengawasan. Saat petugas melakukan pengecekan, lubang galian sudah tergenang air hujan.
Kerangka Jenazah Tidak Ditemukan di Dalam Makam
Petugas sempat menguras air dari lubang makam untuk memastikan kondisi di dalamnya. Namun, hasilnya mengejutkan: tidak ada lagi sisa kerangka jenazah di dalam liang lahat tersebut.
“Setelah dikuras, di dalam sudah kosong. Kerangka jenazah tidak ada,” ujar AKP Andi.
Penyelidikan Terus Dilanjutkan
Hingga kini, polisi masih mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya unsur kepercayaan mistis, perdagangan ilegal, atau motif lain. Aparat juga tengah mengumpulkan barang bukti tambahan dan memperluas pemeriksaan saksi.
Polres Serang mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di area pemakaman umum. Kasus ini menjadi peringatan serius bagi pengelola TPU dan warga sekitar untuk meningkatkan pengawasan, khususnya pada malam hari.
