BeritaInternasional

Iran Tegaskan Akan Terus Memburu Benjamin Netanyahu di Tengah Konflik Timur Tengah

414
Sumber foto : Detik.com
Sumber foto : Detik.com

Giztech.id – Ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat masih terus memanas. Di tengah konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah, Iran menyatakan tekadnya untuk terus memburu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran, yang menegaskan bahwa mereka akan terus mengejar Netanyahu selama ia masih hidup.

Garda Revolusi Iran Ancam Akan Mengejar Netanyahu

IRGC menyampaikan pernyataan keras terkait pemimpin Israel tersebut melalui situs resmi mereka, Sepah News. Dalam pernyataannya, kelompok militer elite Iran itu menyebut akan menggunakan segala kekuatan yang dimiliki untuk memburu Netanyahu.

Isu Keberadaan Netanyahu Jadi Sorotan

Pernyataan itu muncul di tengah berbagai spekulasi mengenai keberadaan Netanyahu yang sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Salah satu video yang diunggah pada 13 Maret memicu perdebatan di kalangan warganet. Dalam video tersebut, beberapa pengguna media sosial menilai ada kejanggalan pada tangan Netanyahu yang terlihat memiliki enam jari, sehingga memunculkan dugaan bahwa rekaman tersebut telah dimodifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Konflik Memanas Setelah Serangan AS dan Israel

Perang terbuka di kawasan dimulai ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut menyebabkan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, dilaporkan tewas.

Iran Lakukan Serangan Balasan

Sebagai respons, Iran melancarkan berbagai serangan balasan terhadap Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Selain itu, Iran juga menutup jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Di tengah serangan balasan Iran tersebut, Netanyahu sempat tidak muncul di publik selama beberapa waktu sehingga memicu spekulasi mengenai kondisinya.

Netanyahu Kembali Muncul dan Ancam Iran

Setelah beberapa waktu tidak terlihat di hadapan publik, Netanyahu akhirnya muncul melalui konferensi pers virtual.

Netanyahu Targetkan Pemimpin Baru Iran

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyampaikan ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Ia juga menyatakan bahwa kondisi Iran telah berubah setelah hampir dua pekan menjadi sasaran serangan militer.

Netanyahu mengklaim bahwa pasukan Garda Revolusi Iran serta kelompok paramiliter Basij mengalami kerugian akibat serangan tersebut.

Israel Bersumpah Lanjutkan Operasi Militer

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus melakukan operasi militer terhadap kelompok bersenjata di kawasan, termasuk Hezbollah di Lebanon.

Namun, ia menolak memberikan rincian terkait langkah militer yang akan diambil Israel ke depan.

Tujuan Israel Lemahkan Pemerintahan Iran

Netanyahu juga menyatakan bahwa tujuan utama operasi militer Israel terhadap Iran adalah menghilangkan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Selain itu, Israel disebut ingin melemahkan pemerintahan Iran dengan mendorong masyarakat di negara tersebut untuk melakukan perubahan dari dalam.

Meski demikian, Netanyahu mengakui bahwa kejatuhan pemerintahan Iran tidak sepenuhnya bisa dipastikan karena hal tersebut pada akhirnya bergantung pada dinamika internal di negara tersebut.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Israel akan terus berupaya menciptakan kondisi yang dapat melemahkan rezim Iran di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Exit mobile version