Giztech.id – Ahmad Al Misry menyampaikan bantahan atas tudingan pencabulan terhadap santri yang ramai diperbincangkan. Ia menegaskan bahwa seluruh tuduhan tersebut tidak sesuai fakta dan meminta pihak yang menuduh untuk menghadirkan bukti yang jelas.
Dalam pernyataannya, ia menyebut telah menyerahkan sejumlah data dan dokumen kepada tim kuasa hukum untuk diproses melalui jalur resmi.
Klaim Memiliki Bukti dan Saksi
Siap Hadapi Proses Hukum
Ahmad menyatakan bahwa dirinya tidak hanya memiliki bukti, tetapi juga saksi yang dapat mendukung klarifikasinya. Semua materi tersebut, menurutnya, sudah disiapkan untuk disampaikan kepada pihak berwenang.
Ia meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi.
Posisi di Mesir Saat Panggilan Polisi
Mendampingi Orang Tua yang Sakit
Ahmad menjelaskan bahwa dirinya berada di Mesir sejak pertengahan Maret 2026 untuk menemani ibunya yang menjalani operasi medis.
Ia menuturkan bahwa panggilan dari kepolisian diterimanya beberapa waktu setelah berada di luar negeri.
Pemeriksaan Dilakukan Secara Daring
Meski berada di luar Indonesia, ia tetap memenuhi panggilan dengan mengikuti proses pemeriksaan secara online. Ia juga menegaskan bahwa statusnya saat ini masih sebagai saksi, bukan tersangka.
Minta Publik Tidak Sebarkan Informasi Tanpa Verifikasi
Imbauan untuk Tabayun
Ahmad mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, khususnya yang belum terverifikasi. Ia menilai banyak kabar yang beredar telah merugikan dirinya dan tidak berdasar.
Selain itu, ia juga membantah tuduhan lain yang menyebut dirinya pernah mengeluarkan pernyataan tidak pantas.
Tantang Penuduh Tunjukkan Bukti
Siap Buktikan di Hadapan Publik
Ahmad Al Misry secara terbuka menantang pihak yang menuduh untuk menghadirkan bukti konkret, termasuk rekaman atau dokumentasi yang mendukung klaim tersebut.
Ia juga menyayangkan adanya pihak yang mengaku mengenalnya namun disebut tidak pernah berinteraksi langsung dengannya.
Penutup: Seruan Bijak Bermedia Sosial
Di akhir pernyataannya, Ahmad mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Ia berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada publik terkait isu yang berkembang.
