BeritaKriminal

Kasus Bocah Sukabumi Meninggal Dunia Diduga Disiksa, Percakapan Ayah Jadi Sorotan

348
×

Kasus Bocah Sukabumi Meninggal Dunia Diduga Disiksa, Percakapan Ayah Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Sumber foto : Liputan6.com
Sumber foto : Liputan6.com
Example 468x60

Giztech.id – Kematian tragis NS (12), siswa SMP asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus memunculkan fakta-fakta baru. Dugaan kekerasan yang dialami korban kini diperluas dengan laporan hukum terhadap ayah kandungnya sendiri, setelah terungkap isi percakapan yang dinilai menunjukkan sikap abai saat kondisi anak kritis.

Ibu Kandung Laporkan Ayah Korban ke Polisi

Ibu kandung NS, Lisnawati, secara resmi melaporkan mantan suaminya berinisial AS ke Polres Sukabumi Kota. Laporan tersebut terkait dugaan pembiaran dan penelantaran anak yang berujung pada meninggalnya NS pada Februari 2026.

Example 300x600

Bukti Chat Jadi Dasar Laporan

Kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa laporan bernomor STPLB/106/II/2026/SPKT didukung oleh bukti pesan singkat. Percakapan itu terjadi dua hari sebelum NS meninggal dan membahas kondisi kesehatan korban yang memburuk.

Menurut Krisna, ketika keluarga meminta AS segera membawa anak ke rumah sakit, respons yang diberikan justru dinilai tidak mencerminkan kepedulian seorang ayah.

Respons Ayah Dinilai Mengarah pada Pembiaran

Pesan Singkat yang Mengundang Kecaman

Dalam komunikasi tersebut, AS disebut menyatakan belum sempat membawa anaknya ke fasilitas kesehatan karena alasan kesibukan. Bahkan, terdapat kalimat yang menyinggung kemungkinan kematian korban dan menyarankan agar keluarga “mengikhlaskan” jika hal terburuk terjadi.

Anggota tim kuasa hukum lainnya, Mira Widyawati, menambahkan bahwa AS juga sempat membahas lokasi pemakaman sebelum korban meninggal dunia, yang semakin memperkuat dugaan pembiaran.

Kondisi Tubuh Korban Picu Kecurigaan Keluarga

Ditemukan Luka Lebam dan Bekas Luka Bakar

Kecurigaan keluarga semakin besar setelah melihat kondisi fisik NS. Pada tubuh korban ditemukan memar di sejumlah bagian, serta bekas luka bakar dan kulit melepuh yang menimbulkan dugaan kekerasan berulang.

Tim kuasa hukum menilai keterlambatan penanganan medis sebagai salah satu faktor fatal, sehingga melaporkan AS dengan sangkaan pelanggaran Pasal 76B juncto Pasal 77B terkait perlindungan anak.

Ibu Kandung Akui Trauma KDRT Bertahun-tahun

Lisnawati mengungkap alasan dirinya lama tidak dapat bertemu NS. Ia mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga selama menikah dengan AS, yang menyebabkan trauma berat dan rasa takut berkepanjangan.

Ia bahkan menyebut pernah mengalami penganiayaan fisik ekstrem, termasuk ancaman saat masih mengandung NS. Kondisi tersebut membuatnya sulit menjangkau sang anak hingga tragedi terjadi.

Kronologi Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

NS Meninggal Setelah Sempat Dirawat

NS diketahui tinggal di pesantren dan pulang ke rumah saat masa libur menjelang Ramadan. Saat itu, korban dilaporkan jatuh sakit. Ayahnya yang bekerja di luar daerah kemudian dipanggil pulang oleh istrinya.

Setibanya di rumah, kondisi NS sudah lemah dan langsung dibawa ke rumah sakit di wilayah Jampang Kulon. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Ibu Tiri Bantah Tuduhan Kekerasan

Klaim Penyakit Serius Jadi Penyebab Kematian

Ibu tiri korban berinisial TR (47) membantah keras tuduhan penganiayaan. Ia menyebut kondisi fisik NS disebabkan oleh penyakit berat, termasuk dugaan kanker darah atau gangguan autoimun berdasarkan informasi yang ia terima.

TR juga membantah telah menelantarkan korban dan mengaku telah membawa NS ke rumah sakit bersama ayahnya. Ia menyatakan tidak sepenuhnya mengetahui hasil pemeriksaan dokter karena keterbatasan saat proses administrasi.

Kasus Mendapat Perhatian Nasional

Peristiwa ini menarik perhatian publik dan lembaga negara. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Komisi III DPR RI disebut telah memantau perkembangan kasus ini.

Pihak kuasa hukum Lisnawati mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut demi keadilan bagi korban.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


myslot188
SlotPoker188
slot depo 10k
SlotPoker188
Myslot188
ovobet188
Myslot188
https://seents.co.uk/about/
https://sttkb.ac.id/motivasi-pelayanan/
https://www.benesserenow.it/benessere/
https://webet188group.fit/
https://www.pmbstkippgripapua.ac.id/
webet188tiga
webet188dua
sbobiru
agenbola855
inibet188
https://stmikglobal.ac.id/
https://batikfilosofia.com/
bolaonline188
https://ulfbiotech.com/
Slot 10k
Begal Bandot
Mybet188
Comfortbet
https://stiewilwatikta.ac.id/
https://akjms.ac.id/
https://akpar-patria.ac.id/
https://susu.co.id/
https://ateka.ac.id/
https://stiednj.ac.id/
https://akbidwkm.ac.id/
https://aas.ac.id/
https://stakpais.ac.id/
https://stienusa.ac.id/
https://bahananews.id/
https://tnews.id/
https://sttmitra.ac.id/
https://smaaljihad-jakut.sch.id/
https://akbid-palapa.ac.id/
https://aceadvent.id/
https://binkas.id/
https://staipaduka.ac.id/
https://cikonde-desa.id/
https://gamblegrid.id/
https://toyotacibinong.id/
https://giztech.id/
https://memberarea.id/
https://nextgenindonesia.id/
https://spectrom.co.id/
https://lapangan.co.id/
https://bungabunga.co.id/
https://institutabdullahsaid.ac.id/
https://uogp.ac.id/
https://penabulusamudrawiyata.ac.id/
https://appertala.ac.id/
https://smansatukubu.sch.id/
https://smapgrikasihan.sch.id/
https://smapasundan2cianjur.sch.id/
https://smapgribalaraja.sch.id/
https://smaparisada.sch.id/
https://smapgri6banjarmasin.sch.id/
https://smapasundan.sch.id/
SlotPoker188
Molen77