Giztech.id – Pramono Anung menyampaikan bahwa program pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi langkah penting untuk mengurangi jumlah sampah yang selama ini langsung dikirim ke TPST Bantargebang.
Menurut Pramono, gerakan pilah sampah kini dijalankan secara bersamaan di seluruh wilayah Jakarta, termasuk kawasan Kepulauan Seribu.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah agar lebih efektif dan ramah lingkungan.
Sampah Organik dan Anorganik Mulai Dipisahkan
Hanya Sampah Residu yang Akan Dibuang ke Bantargebang
Pramono menjelaskan pemisahan sampah organik dan anorganik di tingkat masyarakat diharapkan dapat menekan volume sampah yang dibawa ke TPST Bantargebang.
Dengan sistem tersebut, nantinya hanya sampah residu atau sisa yang tidak dapat diolah lagi yang akan dikirim ke tempat pembuangan akhir.
Ia menilai langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap Bantargebang yang selama ini menjadi pusat penampungan sampah utama ibu kota.
Gerakan Pilah Sampah Dilakukan Secara Serentak
Pemerintah daerah disebut menjalankan program ini secara menyeluruh di lima wilayah kota administrasi Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Melalui gerakan tersebut, warga didorong mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah demi mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Jakarta Perkuat Sistem Pengolahan Sampah Mandiri
RDF Rorotan dan TPS3R Jadi Pendukung Pengelolaan Sampah
Selain mengandalkan TPST Bantargebang, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan sejumlah fasilitas pengolahan sampah lain seperti RDF Plant Rorotan dan TPS3R di berbagai wilayah.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan kapasitas pengolahan sampah secara mandiri di Jakarta.
Pasar Tradisional Didorong Kelola Sampah Sendiri
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka peluang bagi pasar-pasar tradisional untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.
Salah satu contoh yang telah berjalan adalah pengelolaan sampah di Pasar Kramat Jati.
Langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi volume sampah harian sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan sehat.
Jakarta Ingin Jadi Kota Global yang Bersih
Kebersihan Lingkungan Jadi Fokus Pemprov DKI
Pramono menegaskan bahwa kebersihan kota menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang modern dan nyaman dihuni.
Karena itu, gerakan pilah sampah akan terus diperluas agar menjadi budaya baru di tengah masyarakat Jakarta.
Pemerintah berharap kesadaran warga dalam memilah dan mengelola sampah dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah ibu kota secara bertahap.










