Giztech.id – Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi objek penyebaran informasi palsu di berbagai platform media sosial. Sejumlah konten menyesatkan beredar luas dan berpotensi membingungkan masyarakat, mulai dari klaim pencairan bantuan sosial hingga tudingan provokatif bernuansa politik.
Berikut rangkuman hoaks yang sempat viral beserta fakta sebenarnya berdasarkan penelusuran.
Deretan Hoaks yang Menyeret Nama Presiden Prabowo
Hoaks Video Pencairan Bansos Rp7 Juta per NIK KTP
Sebuah video yang beredar di Facebook pada pertengahan Februari 2026 mengklaim Presiden Prabowo mengumumkan pencairan bantuan sosial senilai Rp7 juta untuk setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP.
Dalam video tersebut, Prabowo terlihat mengenakan kemeja putih dan peci hitam saat berpidato. Unggahan dilengkapi gambar KTP serta narasi yang mengajak masyarakat melakukan verifikasi data secara daring agar bantuan bisa dicairkan.
Fakta Sebenarnya
Setelah ditelusuri, video tersebut merupakan potongan pidato Prabowo saat membuka Kongres ke-XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya pada 10 Februari 2025. Tidak ada pernyataan resmi mengenai pencairan bansos Rp7 juta per NIK KTP. Narasi yang disematkan pada video adalah hasil manipulasi dan tergolong hoaks.
Hoaks Aturan Pakaian Dinas ASN Kemenag “Baju Prabowo”
Konten lain yang ramai diperbincangkan adalah poster yang mengklaim adanya ketentuan baru pakaian dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama. Dalam poster tersebut disebutkan ASN wajib mengenakan “Baju Prabowo warna biru muda” setiap hari Rabu.
Poster ini diunggah di Facebook pada akhir Januari 2026 dan disertai narasi seolah-olah merupakan kebijakan resmi dari Kemenag.
Fakta Sebenarnya
Tidak ditemukan regulasi atau surat edaran resmi dari Kementerian Agama terkait aturan tersebut. Poster yang beredar merupakan informasi palsu dan tidak memiliki dasar kebijakan apa pun.
Hoaks Prabowo Minta Warga Aceh Keroyok Bahlil
Hoaks berikutnya berupa tangkapan layar yang menyerupai judul berita media nasional dengan tulisan “Prabowo Minta Warga Aceh Keroyok Bahlil”. Unggahan ini disertai narasi singkat bernada provokatif dan beredar sejak awal Januari 2026.
Fakta Sebenarnya
Judul dan konten tersebut tidak pernah dimuat oleh media yang bersangkutan. Tidak ada pernyataan dari Presiden Prabowo yang mengarah pada ajakan kekerasan atau pengeroyokan terhadap siapa pun. Konten ini murni rekayasa untuk memancing emosi publik.
Pentingnya Waspada dan Cek Fakta
Maraknya hoaks yang mengatasnamakan Presiden menunjukkan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi, pastikan untuk:
-
Memeriksa sumber resmi pemerintah atau media kredibel
-
Tidak mudah tergiur informasi yang menjanjikan bantuan uang dalam jumlah besar
-
Menghindari konten bernada provokatif atau memecah belah
Dengan bersikap kritis, masyarakat dapat turut membantu memutus rantai penyebaran hoaks di media sosial.










