
Giztech.id – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sudah mendekati tahap akhir. Saat ini, pemerintah tengah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai layanan sebelum operasional dimulai.
Ia menegaskan bahwa berbagai aspek penting seperti penginapan, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan telah dipersiapkan secara matang guna menunjang kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

Akomodasi dan Layanan Kesehatan Sudah Disiapkan
Ratusan Hotel di Makkah dan Madinah
Untuk kebutuhan tempat tinggal, pemerintah telah menyiapkan ratusan hotel yang tersebar di dua kota suci. Di Makkah, hotel-hotel berada di sejumlah kawasan strategis seperti Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah. Sementara di Madinah, seluruh akomodasi terpusat di wilayah Markaziah yang dekat dengan area ibadah.
Fasilitas Medis Lengkap
Dari sisi kesehatan, puluhan klinik telah disiapkan untuk melayani jemaah. Selain itu, keberadaan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah juga menjadi bagian penting dalam sistem layanan medis.
Setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi tenaga medis, terdiri dari dokter dan petugas kesehatan. Pemerintah juga bekerja sama dengan Saudi German Hospital guna memastikan penanganan medis optimal.
Distribusi Kartu Nusuk dan Kesiapan Konsumsi
Kartu Nusuk Mulai Didistribusikan
Kartu Nusuk yang menjadi identitas penting bagi jemaah selama di Arab Saudi telah tiba di Indonesia. Saat ini, proses distribusi dan aktivasi sedang berlangsung sebelum keberangkatan.
Dapur Siap Layani Kebutuhan Makan
Untuk kebutuhan konsumsi, pemerintah menyiapkan puluhan dapur yang akan melayani jemaah selama berada di Makkah dan Madinah. Kesiapan ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan makanan yang layak dan sesuai standar.
Transportasi Haji 2026 Telah Dipastikan Siap
Tiga Jenis Layanan Bus
Transportasi menjadi salah satu aspek krusial dalam penyelenggaraan haji. Pemerintah telah menyiapkan bus untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan antar kota seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah.
Selain itu, tersedia bus selawat yang beroperasi selama 24 jam untuk mengantar jemaah ke Masjidil Haram, serta bus khusus untuk perjalanan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina saat puncak ibadah.
Jadwal Keberangkatan dan Kuota Jemaah
Kuota Haji Indonesia 221 Ribu Orang
Jumlah jemaah haji Indonesia pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 221 ribu orang. Dari total tersebut, mayoritas merupakan jemaah reguler, sementara sisanya merupakan jemaah haji khusus.
Jadwal Keberangkatan dan Puncak Ibadah
Keberangkatan kloter pertama dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026 menuju Madinah, kemudian dilanjutkan ke Makkah. Sementara itu, gelombang terakhir akan berangkat pada 21 Mei 2026.
Adapun puncak pelaksanaan ibadah haji diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026, mengikuti rangkaian utama ibadah di Tanah Suci.
Pemerintah Optimistis Penyelenggaraan Berjalan Lancar
Dengan berbagai persiapan yang hampir rampung, pemerintah optimistis pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.








