Giztech.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, mengakibatkan korban jiwa, ratusan warga terdampak, serta kerusakan bangunan di sejumlah daerah. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pendataan dan penanganan pascabencana.
BNPB Catat Satu Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Selasa malam, satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat dampak gempa tersebut. Korban berasal dari Kabupaten Sigi yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling besar.
Selain korban meninggal, sejumlah warga juga mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda akibat guncangan gempa.
Lebih dari 300 Warga Terdampak Gempa
Hasil pendataan menunjukkan sedikitnya 312 jiwa yang berasal dari 110 kepala keluarga terdampak bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses asesmen yang terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Kabupaten Sigi Menjadi Wilayah Paling Terdampak
Kabupaten Sigi tercatat sebagai daerah yang mengalami dampak paling signifikan. Sebanyak 272 warga dari 89 kepala keluarga terdampak akibat gempa tersebut.
Selain itu, terdapat puluhan korban luka, terdiri dari warga yang mengalami luka ringan maupun luka berat. Kerusakan bangunan juga paling banyak ditemukan di wilayah ini.
Parigi Moutong, Palu, dan Poso Juga Terdampak
Selain Sigi, Kabupaten Parigi Moutong menjadi wilayah lain yang mengalami dampak cukup besar dengan puluhan warga terdampak. Sementara itu, di Kota Palu dilaporkan adanya korban luka ringan, sedangkan Kabupaten Poso mencatat satu warga mengalami luka akibat gempa.
Keempat wilayah tersebut menjadi fokus penanganan karena terdampak langsung oleh guncangan yang terjadi.
Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Mengalami Kerusakan
BNPB mencatat sedikitnya 67 rumah terdampak akibat gempa. Kerusakan yang terjadi meliputi kategori ringan, sedang, hingga berat.
Sebagian besar kerusakan bangunan ditemukan di Kabupaten Sigi, termasuk rumah warga, tempat ibadah, gedung perkantoran, jembatan, hingga pelaku usaha mikro yang turut mengalami dampak.
Infrastruktur di Palu dan Daerah Lain Ikut Terdampak
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga mengalami kerusakan. Di Kota Palu misalnya, ditemukan keretakan pada salah satu jembatan utama. Beberapa fasilitas umum, hotel, dan tempat usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.
Sementara itu, wilayah Parigi Moutong dan Poso turut mencatat adanya rumah warga yang terdampak meskipun dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan Kabupaten Sigi.
Gempa Susulan Masih Terjadi Pasca Guncangan Utama
Setelah gempa utama terjadi, aktivitas gempa susulan masih terus terpantau hingga sore hari. Kondisi ini membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tengah untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Pusat Gempa Berada di Daratan Sulawesi Tengah
Menurut data BMKG, gempa berpusat di daratan pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Lokasi episenter berada di wilayah tenggara Kota Palu dan berdekatan dengan sejumlah kabupaten lainnya seperti Sigi, Poso, dan Donggala.
Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran gempa terasa cukup kuat di beberapa wilayah sekitar pusat gempa dan menyebabkan kerusakan pada bangunan serta fasilitas publik.
