Giztech.id – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengungkapkan bahwa sedikitnya 15 warga sipil meninggal dunia akibat baku tembak antara aparat TNI-Polri dan kelompok Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB). Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 14 April 2026.
Selain korban jiwa, tercatat tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang berlangsung di wilayah konflik tersebut.
Data Korban Dihimpun dari Berbagai Sumber
Pemerintah dan Warga Jadi Rujukan Informasi
Menurut Pigai, angka korban diperoleh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat setempat, serta korban yang selamat. Kejadian ini mendapat perhatian serius dari Kementerian HAM karena melibatkan masyarakat sipil sebagai korban.
Ia menekankan pentingnya pengungkapan fakta secara menyeluruh agar publik mengetahui secara jelas siapa pihak yang bertanggung jawab dan apa latar belakang peristiwa tersebut.
Kementerian HAM Ambil Peran dalam Penanganan
Upaya Dorong Transparansi dan Keadilan
Sebagai tindak lanjut, Kementerian HAM mengambil inisiatif untuk turut menangani kasus ini. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan proses investigasi berjalan terbuka dan adil.
Pigai menyatakan bahwa pengumpulan data dan verifikasi fakta secara langsung oleh kementeriannya diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat terkait insiden tersebut.
Desakan Agar Pelaku Terungkap
Menteri HAM Minta Tidak Ada yang Ditutupi
Pigai juga menegaskan bahwa pelaku penembakan seharusnya sudah dapat diketahui karena kejadian berlangsung di siang hari dan disaksikan banyak pihak. Oleh karena itu, ia meminta agar tidak ada upaya menutup-nutupi informasi.
Ia mendorong pihak yang terlibat untuk bertanggung jawab dan menjalani proses hukum demi terciptanya keadilan, khususnya bagi masyarakat di Papua.










