Giztech.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rasa prihatin atas kericuhan yang terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional di Bandung. Insiden tersebut berlangsung di kawasan Jalan Cikapayang hingga Jalan Tamansari pada Jumat (2/5/2026).
Menurutnya, situasi yang awalnya berjalan damai berubah setelah muncul kelompok tertentu yang memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan aksi anarkis.
Muncul Kelompok Tanpa Pemberitahuan
Dedi menjelaskan bahwa kerusuhan dipicu oleh sekelompok orang yang datang secara tiba-tiba tanpa agenda aksi resmi.
Aksi Berujung Perusakan dan Pembakaran
Kelompok tersebut disebut langsung melakukan tindakan destruktif seperti pembakaran dan perusakan fasilitas umum tanpa melalui proses unjuk rasa yang lazim, seperti orasi atau penyampaian tuntutan.
Situasi Berhasil Dikendalikan Aparat
Penanganan cepat dilakukan oleh Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat. Aparat memastikan kondisi kota kini sudah kembali aman dan terkendali.
Imbauan untuk Tetap Tenang
Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa karena situasi telah kondusif.
Kronologi Kericuhan May Day
Sebelumnya, peringatan Hari Buruh Internasional di Jawa Barat berlangsung relatif tertib. Tidak ada agenda aksi besar dari kelompok buruh di Bandung.
Aksi Mahasiswa Berlangsung Damai
Demonstrasi hanya dilakukan oleh mahasiswa di beberapa titik seperti depan Gedung DPRD Jawa Barat dan kawasan Jatinangor, yang berakhir pada sore hari.
Kelompok Misterius Picu Kerusuhan
Kericuhan mulai terjadi setelah sekelompok orang berpakaian serba hitam dan menutup wajah muncul. Mereka melakukan aksi perusakan di berbagai titik, termasuk merusak lampu lalu lintas, CCTV, pos polisi, hingga videotron.
Aparat Tegaskan Tindakan Hukum
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menyatakan pihaknya akan menindak tegas pelaku kericuhan karena tindakan tersebut sudah masuk kategori kriminal dan membahayakan masyarakat.
Aksi Sweeping Timbulkan Ketakutan
Selain merusak fasilitas, kelompok tersebut juga dilaporkan melakukan sweeping terhadap pengguna jalan, yang menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Aparat keamanan bersama pemerintah daerah dan unsur TNI memastikan akan terus menjaga stabilitas keamanan serta menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.










