Giztech.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan kemungkinan untuk mengambil alih sektor minyak milik Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kabinet saat ia menjawab pertanyaan wartawan.
Trump menyebut langkah tersebut sebagai salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan di tengah konflik yang masih berlangsung.
Disebut sebagai Pilihan Strategis
Ia tidak secara tegas memastikan akan melakukannya, namun menegaskan bahwa opsi tersebut terbuka. Pernyataan ini memperlihatkan pendekatan keras Washington terhadap Teheran dalam isu energi dan geopolitik.
Bandingkan dengan Kasus Venezuela
Dalam penjelasannya, Trump menyinggung pengalaman AS di Venezuela sebagai contoh keberhasilan.
Klaim Sukses Pengelolaan Minyak
Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah berhasil mengambil alih dan mengelola cadangan minyak Venezuela setelah perubahan kekuasaan di negara tersebut. Bahkan, minyak Venezuela disebut sudah mulai mengalir ke AS sebagai bagian dari kerja sama baru.
Langkah itu, menurut Trump, memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan menjadi model yang bisa diterapkan di tempat lain.
Tekanan AS agar Iran Mau Berunding
Selain membahas soal minyak, Trump juga kembali menekankan pentingnya negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri konflik.
Peringatan Keras untuk Teheran
Trump memperingatkan Iran agar segera serius dalam perundingan sebelum situasi semakin memburuk. Pernyataan ini muncul setelah Iran menolak proposal damai yang diajukan oleh AS sebelumnya.
Situasi Memanas di Timur Tengah
Ketegangan di kawasan semakin meningkat, terutama setelah adanya laporan operasi militer yang melibatkan Israel terhadap target di Iran.
Dampak terhadap Jalur Strategis
Konflik ini juga berdampak pada keamanan jalur vital seperti Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia.










